My Adventure

Selamat Tahun Baru 2017 gaes. Gimana nih liburan kalian semua?  Pasti seru² kan, atau ada yang cuma mager di rumah? Yang penting satu kata "libur" iya kan?  Tapi pasti kalau musim libur kaya gini, uang jajan kalian pada libur juga nggak?  Hahahaha, yang sabar ya..

           Aku mau cerita nih, tentang liburan aku selama di Malang. Memang aku cukup lama berada di Malang, tapi cuma dua hari doang aku bisa pergi ke tempat wisata. Meskipun begitu, keseruan tetap ada loh. Kedua tempat wisata yang ku kunjungi itu jauh terkesan dari kata "mahal". Letaknya pun juga tak terlalu jauh dari daerah tempat tinggal nenekku. Liburan kali ini, aku ngak sendiri. Pasalnya ada saudara²ku yang juga ikut berwisata. Mereka adalah saudara dari ibuku. Akan kuperkenalkan nama sama umurnya aja ya, soalnya kalo panjang² sehari ngak bakalan kelar deh.

         Pertama, Eliska. Aku memanggilnya mbak Ayuk, usianya kisaran 21-22 tahun. Mbak Ayuk adalah anak pertama dari paman ibuku. Kedua, adalah adiknya Mbak Ayuk, namanya Yusuf. Usianya adalah 13 tahun dan kelas 1 SMP. Ketiga, adalah Andre. Dia berusia 16 tahun, anak dari tante Ibuku. Yang terakhir ini, aku masih baru kenal. Namanya Erli,usianya juga tidak jauh dari Mbak Ayuk. Ia adalah saudaranya dari Tuban. Kami berlima memutuskan untuk pergi ke tempat wisata setelah aku tiba di sini. Ngak usah lama² deh. Nih aku ceritain semuanya.. 


Kampung Tridi Jodipan


        Hari pertama. Kami pergi ke suatu tempat yang cukup populer di Malang. Namanya Jodipan. Sebuah tempat wisata berupa rumah padat penduduk yang uniknya daya tarik wisatanya adalah kampung ini seluruh bangunannya dicat warna warni. Menurut informasi yang aku dapatkan dari saudaraku, dulunya Jodipan ini adalah gagasan seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang. Hanya beberapa rumah saja yang diwarnai kala itu. Hingga pemerintah tertarik untuk membeli ide mahasiswa itu dan melanjutkan pengecatan pada rumah² warga. Kami cukup membayar 3K untuk parkir motornya. Sedangkan untuk masuk ke tempat wisata tarifnya sangat murah. Yaitu hanya 2K dan kami diberi stiker tanda administrasi masuk. Nah, uang masuk ini dipergunakan untuk pengecatan, pemeliharaan, inovasi gambar, dan kebutuhan lainnya. Sebelumnya, kami sudah masuk ke kampung penduduk untuk melihat-lihat gambar berbagai karakter kartun ataupun hewan yang dilukis di permukaan dinding rumah warga. Kami juga mengambil beberapa foto di sini. Selanjutnya kami beranjak ke atas jembatan untuk melihat dari atas atap² rumah yang diwarnai sangat indah dan itu. Lucunya, karena banyak bis dan truk yang berlalu lalang, kami iseng berteriak "om telolet oom" dan om sopirnya memberikan teloletnya. Ketika kami sudah masuk ke tempat wisata yang sebenarnya, di sana terlihat sebuah tulisan "JODIPAN" yang terbuat dari botol² bekas yang tentunya telah dilukis. Di sini merupakan spot foto yang paling laris dilirik wisatawan. Cuaca yang panas tidak menghalangi padatnya wisatawan yang berkunjung. Di sepanjang jalan juga terdapat kios² warga sekitar yang menjual makanan, minuman, dan pernak-pernik. Pokoknya puas deh kalau udah foto² di sini. Apalagi dengan biaya yang bisa dibilang sangat murah meriah ini.



  Sumber Maron

        Hari kedua. Kami berwisata ke sebuah tempat yang bernuansa alam. Sumber Maron, begitulah nama tempatnya. Terletak di Desa Gondanglegi. Kali ini biaya yang dikeluarkan juga sangat murah 2K untuk anak² dan 3K untuk dewasa. Di sini, kami bisa menikmati air terjun yang alam sekitarnya masih sangat alami. Kolam yang pertama kali kami jumpai sangat cocok untuk anak² yang ingin berenang. Airnya tenang, jernih, dan dangkal. Di kolam ini juga terdapat banyak ikan.  Di pinggiran jalan menuju air terjun juga banyak kios dari para warga. Mereka berjualan makanan, minuman, baju, waterproof dan masih banyak lagi. Air terjun di sini tidak terlalu panjang, namun sangat bagus loh. Banyak yang mengambil foto dari atas air terjun yang berbatu itu. Di bawah air terjun adalah sungai yang arusnya sangat bagus untuk arung jeram. Kami bisa menyewa pelampung yang hanya 5K saja dan kami bisa bermain arung jeram sampai puas. Di sini juga tersedia penitipan barang. Jadi nggak harus khawatir lagi dengan keamanan barang² kita. Balik lagi ke cerita ya..
       Seru banget deh arung jeramnya. Namun kita masih harus ekstra hati². Soalnya ada saatnya kita melewati terowongan kecil yang atasnya adalah jembatan. Di bawah jembatan itu, ada batu² yang permukaannya masih kasar. Lucunya ada anak kecil yang mungkin seusia anak kelas 5 SD yang menangis karena jatuh dari pelampung . Memang sih, arusnya cukup deras tapi kalau kita bisa hati² jadi seru kok. Setelah sampai finish, ada beberapa orang yang bertugas menghentikan laju pelampung dan membantu para wisatawan naik ke pinggiran sungai. Kami cukup ketagihan untuk bermain lagi, entah berapa kali kami mencobanya. Kami juga tidak lupa ber-wefie ria di atas sungai. Setelah dirasa cukup, kami naik ke atas dan berendam di kolam yang arusnya tenang. Karena hari mulai sore, kami memutuskan untuk tidak berganti baju dan langsung pulang. Pokoknya seru banget deh liburan di tempat yang masih asri. Di sekitarnya hamparan sawah dan pepohonan. Di bagian pinggiran pohon juga ada beberapa gazebo untuk tempat bersantai pengunjung menikmati panorama alam yang indah itu. Jadi tidak ada salahnya kalau kalian mencoba berlibur ke tempat ini.

  Oke, sekian dulu ya,, makasih udah sempat baca pos aku. Sampai jumpa lagi gaess,,




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisiku

Materi Fisika

Puisi Spesial Kemerdekaan RI ke 71